Author Archives: hk_admin

  • 0

Teddy Jusuf, Perjuangan Hakkanyin di Militer, PSMTI, Hingga Museum Hakka Indonesia: Semuanya Demi Menyatukan Indonesia

Tags : 

Him Tek Ji berusia 10 tahun ketika ia melihat tentara pertamanya yang sesungguhnya di sebuah kamp Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditempatkan di dekat sekolahnya di Jakarta Utara di mana ia dibesarkan. Setiap hari dia pergi untuk melihat para tentara berlatih dan dia tahu suatu hari dia akan menjadi seorang prajurit.Sesuai dengan impian masa kecilnya, Him Tek Ji mendaftar di akademi militer ketika dia selesai sekolah. Dia lulus pada tahun 1965 sebagai Letnan Teddy Jusuf.

Perubahan namanya disarankan oleh gubernur akademi yang prihatin tentang reaksi terhadap orang Tionghoa yang bergabung dengan tentara.

“Undang-Undang (Instruksi Presiden) No. 14/1967 melarang praktik publik bahasa China, adat istiadat dan keyakinan agama, menutup organisasi dan sekolah dan membatasi interaksi China-Indonesia ke sektor komersial. Itu adalah bagian dari politik internasional dan Perang Dingin. Saya berpikir bahwa itu hanya untuk waktu yang singkat seperti lima hingga 10 tahun, “katanya kepada The Jakarta Post.

Keputusan untuk mengubah istilah resmi untuk orang-orang keturunan Tionghoa di Indonesia dari Cina menjadi Tionghoa pada waktu itu juga memiliki efek yang jauh jangkauannya, kata Teddy, karena itu melabeli orang Chinese-Tionghoa sebagai orang luar tanpa saham di negara bahkan jika keluarga mereka telah tinggal di sini selama ratusan tahun.

“Itu berarti bahwa Anda tidak dilihat sebagai bagian dari bangsa Indonesia tetapi bagian dari Republik Rakyat China. Kebingungan antara bangsa dan orang-orang ini menciptakan konflik dalam pikiran orang,” kata Teddy yang lahir di Bogor kepada seorang keturunan Hakka dengan ayah dan ibu yang lahir di Indonesia.

Konflik ini memuncak ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota Indonesia lainnya pada Mei 1998 ketika ratusan orang kehilangan nyawa mereka dan bahkan lebih banyak lagi yang terluka dan diintimidasi. Bisnis keturunan Chinese-Indonesia menjadi sasaran selama kerusuhan meluas dan penjarahan yang diikuti demonstrasi mahasiswa yang menyerukan pengunduran diri presiden Soeharto.

Di masa krisis, masyarakat cenderung mencari ke dalam. Perhimpunan Sosial Marga Tionghoa Indonesia didirikan setelah kejadian yang terjadi pada tahun 1998 tersebut dan Teddy Jusuf muncul sebagai pemimpin alamnya.

Meskipun mengalami banyak diskriminasi di hari-hari awal di ketentaraan, Teddy naik pangkat, menjadi satu-satunya keturunan Tionghoa di Indonesia yang diangkat menjadi brigadir jenderal pada tahun 1983 dan bahkan menjabat sebagai anggota staf senior dalam intelijen militer setelahnya. Teddy bisa mendapatkan kesuksesannya dengan kerja keras, disiplin dan kesabaran, kualitas selama ia di militer, dan yang akan ia bawa untuk memimpin dan membangun asosiasi Tionghoa di Indonesia.

“Orang-orang menginginkan hubungan China-Indonesia dengan ketua yang bisa melindungi mereka. Saya punya catatan patriotik dan pemerintah mempercayai saya.”

Tugas pertama dari asosiasi ini adalah untuk menciptakan jaringan dukungan bagi warga Tionghoa untuk membantu mengatasi akibat kerusuhan. Cabang-cabang didirikan di 25 provinsi dan 117 kota di seluruh negeri.

Membalikkan undang-undang diskriminatif yang mengatur agama, kepercayaan, dan adat istiadat China juga merupakan prioritas utama. Teddy percaya kemajuan telah dicapai dalam reformasi hukum sejak masa kepresidenan Abdurrahman “Gus Dur” Wahid. Undang-undang yang membatasi budaya China sejak masa pemerintahan terdahulu akhirnya dicabut pada tahun 2000. Namun ia menekankan bahwa perlu ada usaha berkelanjutan untuk mendorong partisipasi penuh semua orang dalam ekonomi dan negara.

“Orang Indonesia keturunan Tionghoa tidak boleh begitu terkonsentrasi di satu sektor. Mereka harus dilibatkan di lebih banyak wilayah daripada sekadar bisnis. Ada banyak yang ingin berada di militer, polisi atau menjadi hakim.”

Sementara asosiasi Tionghoa dimana ia memimpin melihat pentingnya bekerja di tingkat akar rumput dengan kegiatan sosial dan proyek untuk mempromosikan kerja sama antaretnis, Teddy menekankan bahwa sinyal untuk perubahan harus datang dari atas.

Tahun Baru Cina tahun di tahun 2003, yang lebih dikenal di sini sebagai Imlek, dirayakan untuk pertama kalinya sebagai hari libur nasional resmi. Namun, Teddy dan banyak komentator lainnya menyesalkan ketiadaan komitmen formal untuk menangani bidang-bidang diskriminasi yang tersisa.

“Sebagai ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, saya melihat tidak ada penekanan khusus untuk mempromosikan identitas baru Tionghoa-Indonesia atau memberi komunitas peran yang lebih besar sehingga mereka dapat membuktikan bahwa mereka benar-benar warga negara Indonesia.”

Teddy menghadiri sekolah bahasa nasional dan Mandarin sebagai laki-laki dan berbicara Mandarin tetapi merasa generasi muda saat ini bingung dan telah kehilangan banyak budaya mereka. Ini diilustrasikan dengan baik pada acara-acara sosial seperti pernikahan ketika mereka sering tidak yakin jenis pakaian apa yang harus mereka kenakan: tradisional China, tradisional Jawa atau sesuatu yang sama sekali berbeda? Pada akhirnya, katanya, banyak yang mala justru memilih pakaian ala Barat.

Ada banyak hal yang harus dilakukan, Teddy berpendapat, sebelum orang dapat benar-benar merasa nyaman menjadi etnis Tionghoa di Indonesia. Terlalu banyak pertanyaan yang masih belum terjawab seputar peristiwa Mei 1998. Teddy telah menjadi peserta tetap pada pertemuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomnasHAM). Sebagai ketua Asosiasi Sosial Tionghoa Indonesia dia telah mendesaknya untuk menegakkan supremasi hukum.


“Kami tidak mencari kompensasi. Orang-orang hanya perlu tahu mengapa peristiwa Mei 1998 terjadi dan kemudian memaafkan dan melupakan. Kami akan terus mengingatkan pemerintah bahwa ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang merusak kohesi sosial negara.”

Meskipun dia mengklaim telah mengisi politiknya ketika dia menjadi anggota legislatif sebagai perwira tentara dari 1991 hingga 1997, Teddy berpendapat bahwa semua kandidat presiden harus menunjukkan komitmen untuk kesetaraan kesempatan bagi semua orang Indonesia.

Teddy optimis tentang masa depan. Dia melihat kemajuan dalam acara seperti kontes Koko dan Cici yang sudah diadakan setiap tahunnya oleh PSMTI. Kontes ini, didirikan untuk mempromosikan hubungan antaretnis, memilih seorang “saudara laki-laki” dan “saudara perempuan” untuk bertindak sebagai duta dari komunitas etnis Tionghoa selama acara-acara sipil di Jakarta.


  • 0

Mengundang Dewa Itu Gampang, Menghantar Dewa Itu Sulit

Tags : 

请神容易送神难

Jiang Shen Yung Yi, Sung Shen Nan

Beberapa waktu yang lalu Perhakkas mendapat kehormatan diundang untuk menghadiri ulang tahun ke-15 Paguyuban Hakka Karesidenan Madiun sekaligus perayaan Zhong Qiu. Ada beberapa acara yang menarik perhatian, antara lain pidato Ketua Paguyuban Hakka Karesidenan Madiun Bp. Hartono Wu Tek Bing (吴老师) dengan menggunakan Hak fa (Bahasa Hakka), juga penampilan paduan suara tiga generasi yang membawakan lagu Ke Jia Ren dan lagu Zhong Guo Ren dari Andi Lau (刘得华的中国人) yang telah dirubah kalimat akhirnya jadi wo men dou shi kejia ren (我们都是客家人). Hal lain yang memukau adalah penampilan adik Angela (陈小仙) yang masih berusia 13 tahun namun mampu membawakan syair anak dan lagu Nyet Kuong Kuong (月光光) & Hakka Nyin He Yu Liau (客家人系有料) dengan Hak fa yang fasih serta gerakan lincah.

Dalam acara itu juga ada kuis pepatah Hak fa yang dibawakan oleh Bapak Hartono sendiri. Berbagai pepatah yang dilontarkan rupanya sulit dijawab para undangan, namun ada satu pepatah yang menarik dan menjadi inspirasi untuk tema buletin edisi 51 ini: “Jiang Shen Yung Yi, Sung Shen Nan (请神容易送神难), Mengundang Dewa itu gampang, menghantar Dewa itu sulit”.

Pepatah itu dipakai untuk menggambarkan situasi di mana kita dengan maksud baik telah memberi pertolongan, namun suatu saat pertolongan itu malah menjadi masalah bagi kita. Bahasa Jawa memiliki pepatah yang mirip, “Diwenehi ati nggrogoh rempelo” atau “Nulung malah kepentung”.

Sebagai contoh, suatu ketika kita memiliki sebuah rumah yang tidak terpakai, lalu karena kasihan kita mengijinkan saat ada orang yang memohon untuk menempati dengan gratis dan bersedia merawat serta menjaga rumah tesebut. Setelah sekian lama, kita berniat untuk membangun dan menggunakan sendiri rumah itu, namun orang yang sebelumnya kita tolong itu tidak mau pergi dan memakai banyak alasan, bahkan menuntut pesangon segala.

Seorang anggota Perhakkas pernah bercerita, dia punya rumah yang bersebelahan dengan sebuah sekolah. Karena teras rumahnya lebar, ada penjual makanan nasi bungkus dan aneka makanan ringan serta minuman dengan gero-bak minta ijin untuk menempati teras tersebut. Pada awalnya pemilik rumah dengan senang hati memberi ijin dan menganggap rumah jadi aman karena terasnya selalu ramai jadi tempat berkumpul para orang tua murid dan sopir penjemput sekolah sambil makan atau minum.

Seiring waktu, pemilik rumah merubah bangunan pagar rumahnya untuk dijadikan kios. Yang terjadi adalah penjual makanan ter-sebut tidak mau pindah, hanya mau bergeser ke samping, bahkan tak lama kemudian kembali pada posisi semula. Pemilik rumah mulai terasa terganggu dan mencari cara untuk minta dia pindah. Tentunya tidak mudah, penjual makanan gerobak merasa usahanya terancam, maka mulai menjelek-jelekan sang pemilik rumah kepada para pelanggannya dan menceritakan bahwa dia diusir.

Hal yang sama bisa kita lihat dengan lahan-lahan kosong di perkotaan, baik di tepi jalan atau pinggir sungai, baik milik pemerintah maupun swasta, di atasnya dibangun gubuk oleh para pendatang untuk rumah singgah, lalu bangunan itu menjadi semi permanen, dan lama-lama jadi permanen. Saat akan dipakai oleh pemiliknya, sulit sekali untuk menggusur mereka, akan ada demo menuntut hak, ganti rugi dan sebagainya.

Kita bisa melihat banyak pengusuran terjadi di hampir semua kota besar dan jarang yang berjalan mulus, pasti ada perlawanan dari pihak yang tergusur terhadap aparat pemerintah yang menertibkan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Banyak faktor, ada yang memang disengaja oleh oknum untuk memperoleh keuntungan pribadi. Ada juga akibat ketidakpedulian aparat, misalnya sejak awal membiarkan bantaran sungai dibuat bangunan, trotoar dijadikan lokasi berjualan.

Beberapa waktu lalu redaksi bertemu dengan seorang pengurus perkumpulan ormas. Beliau selaku salah satu pendirinya mengungkapkan kekecewaan terhadap kepengurusan saat ini, karena pada beberapa kegiatan dia tidak mendapat undangan. Beliau merasa sudah tidak dihargai lagi. Walaupun telah mengundurkan diri dari pengurus, namun sebagai anggota senior tentunya dia tidak boleh dilupakan.

Dalam organisasi, saat pembentukan atau pergantian pengurus, tim panitia mencari sosok yang dianggap punya potensi, baik secara finansial, kemampuan dan kepedulian sosial dan mau untuk jadi pengurus dengan cara lobby. Orang orang yang sudah diposisikan dalam suatu jabatan ada yang tepat dalam melaksanakan tugasnya, tapi tidak jarang orang yang dipilih tidak memiliki hati atau tidak mampu bekerja secara tim sehingga terjadi gesekan. Dalam kondisi seperti ini, mengganti pengurus yang bermasalah atau kurang baik kinerjanya bisa menjadi persoalan besar. Seringkali yang bersangkutan tersinggung dan merasa dilecehkan. Dulu diminta untuk menjadi pengurus, sekarang akan dikeluarkan dari kepengurusan. Jangankan diganti, dipindah posisinya saja kadang menjadi masalah. Orang  ini akan merasa harga dirinya diinjak, apalagi tipe orang tersebut senang disanjung dan punya kepentingan, apabila tidak mendapat apa yang diharapkan, akan mudah menjadi perusak suasana dalam tim kepengurusan. Inilah yang dikiaskan mengundang dewa gampang menghantar pulang sulit.

Ada ormas yang suka mengangkat pejabat atau orang yang punya kekuasaan dalam peme-rintahan atau politik, didudukkan sebagai pelindung, ketua kehormatan, penasehat dan sebagainya. Kadang orang yang diangkat itu merasa dirinya orang penting, lalu menuntut diperlakukan sebagai VIP, duduknya harus di VIP, jika diundang harus pakai fasilitas mewah. Ketika ada pelayanan yang dirasa tidak menyenangkan, maka orang tersebut akan marah dan boikot.

Banyak perkumpulan, yayasan, paguyuban dan sebagainya di mana setiap pergantian pengurus selalu muncul masalah antara pengurus baru dan lama, antara senior dan junior. Sebagian pengurus lama yang tidak terpilih lagi merasa dirinya tidak terpakai lagi dan terusir dari kepengurusan, lalu mendirikan kubu.

Di sini dibutuhkan jiwa legowo, kebesaran hati dan pikiran positif. Harus punya sifat mawas diri dan menyadari bahwa semua hal ada waktunya. Pergantian pengurus juga harus dilihat sebagai ajang kaderisasi, di mana generasi muda diberikan kesempatan untuk menerima estafet kepemimpinan. Jadi tidak perlu merasa disingkirkan ataupun terusir, malah sebaliknya memberikan bimbingan atau saran secara terbuka berdasarkan pengalaman saat aktif dalam kepengurusan. Dengan cara demikian, kita yakin mantan pengurus tersebut malah semakin dihormati.

Akhirnya kita berharap para pengurus organisasi Tionghoa di Indonesia yang baru seumur jagung berdiri lagi, mampu menunjuk-kan kematangan diri, memberikan contoh bagaimana seharusnya mengurus sebuah organisasi dengan baik, agar dari generasi ke generasi organisasi semakin jaya dan semakin memberikan sumbangsih bagi masyarakat.

 

不久前梭罗客属联谊会应邀出席茉莉芬客属公会庆祝创立15周年及庆中秋的晚会。有些晚会节目引人注目,如茉莉芬客属公会主席吴德平(译音)用客话致词,三代人合唱队演唱《客家人》及刘德华的《中国人》(最后歌词改称“我们都是客家人”),13岁少年陈小仙流利用客话、用动作朗诵诗《月光光》与演唱《客家人系有料》。

另外,吴主席推出的竞猜客话成语难倒了观众。其中有趣的客话成语“请神容易送神难”启发我们引用它成为第51期《客家之窗》的主题。

“请神容易送神难”含义指出,我们有心相救,后来倒成为我们自己的麻烦。它近似于爪哇谚语“Diwenehi ati nggrogoh rempelo” (得寸进尺)或“Nulung malah kepentung”(相救挨棒)。举例: 我们有间不用的房子无偿借给需要房子的人以保护它。经几多久后我们因需要要收回它,但借住的人用各种理由拒迁, 甚至要求补损资金。

有位梭罗客联会员曾讲述,他有间挨靠学校的房子,其屋檐广宽,有位用手推车贩卖饭包饮料的商贩要求借用屋檐驻下。起先屋主允许他,觉得有人在外看守其屋。随着时间的变迁,屋主计划在屋檐建造店位,想方设法要商贩走开。最初商贩只挪动一点手推车,后来索性不挪动,还向食客净说屋主的坏话,说屋主要赶走他。

同样的事发生在城市在街边或河岸属于政府或私人的空地上 ,起先被新来人建上临时搭棚用于居留所,渐渐改成半定性,后来建成永久性建筑物。政府或私人需要用它时,永久性的屋主就懒于搬迁,被逼迁时进行反抗、示威,要求补偿资金。

我们从电视、报纸等了解到,几乎在大城市发生的逼迁行动总是不顺利进行,发生被逼迁者反抗政府人员的肃清行动。

为什么会发生此事?有种种原因。有的让它发生以中饱私囊。有的政府人员熟视无睹,不尽力尽职,等严重了就靠动用武力来解决。

不久前编辑者遇见一位民团负责人。他作为民团创立者表示对现时领导的失望,因为有的活动他不被告知。他感觉已不受重视,虽然已退出领导地位,作为会员不能被忽列。

在团体里,成立或改选理事时,筹委会进行亲近询问物色中肯的领导,即在财经、领导上的能力与愿意侍奉社会。被委任某种职位的有的合乎称职,有的无心与其他同事合作。这时更换不称职的干部是棘手的事,被更换者会伤自尊。有的被调动职位很不高兴,如果得不到想要得利益,将成为害群之马。这些影射着“请神容易送神难”。

很多团体、基金会、公会等在改选时出现新旧、老少 领导之间的矛盾。不被选上的旧领导将不甘心不被利用、感觉被赶出领导层 而自组帮派。

在这里需要自我牺牲、大风度、积极思想的精神。要有自我检讨作风,自觉何事都有终点。更换领导是培养领导,造就新一代领导培养接班人。不当领导仍积极提建议,关心团体。这样,前任领导越受尊重。

我们希望,在印尼还成立不久的华人组织,以身作则,做好榜样,代代相传,为社会作贡献。


  • 0

Hakka Ako dan Putera Puteri Paguyuban Hakka Yogyakarta Ikut Melestarikan Budaya Teater Tionghoa Untuk Memperingati Festival Kue Bulan

Tags : 

Untuk memeringati Festival Kue Bulan yang jatuh pada 4 Oktober kemarin, para putera dan puteri dari Paguyuban Hakka Yogyakarta ikut merayakannya bersama keluarga Tionghoa lainnya di kota Yogyakarta. Acara yang diadakan di Klenteng Chen Ling Kiong Poncowinatan ini tidak hanya dihadiri oleh para warga Yogyakarta penikmat seni kebudayaan Tionghoa, tapi juga terlihat Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Purwadi dan para petinggi pemerintahan lainnya ikut menikmati pertunjukkan budaya malam itu.

Dalam perayaan Festival Kue Bulan tersebut, 2 Hakka Ako Yogyakarta bersama para Koko Cici Yogjakarta, Ako Jonathan Andy Darmawan dan Ako Federico mendapatkan kesempatan untuk unjuk bakatnya dalam bidang teater pertunjukkan yang diberi judul Fragmen Legenda Dewi Bulan. Ako Jonathan mendapatkan peran  sebagai kaisar Yao, sedangkan Ako Federico berperan sebagai panglima Tian Feng alias Pat kay. Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan tari-tarian dari putera puteri Paguyuban Hakka Yogjakarta & FuQing.

Acara yang diikuti oleh putera puteri Hakka Yogyakarta ini adalah acara yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya, yang diadakan oleh Jogja Chinese Art and Culture Centre (JCACC), dimana Ketua Paguyuban Hakka Yogyakarta, Soekeno, merupakan salah satu tokoh penting dan pendirinya. Selama ini JCACC adalah pihak yang sering mengadakan acara tahunan peringatan hari raya Tionghoa di Yogyakarta, seperti Imlek, Pehcun & Tongjiu. JCACC sendiri terdiri dari 14 perkumpulan masyarakat Tionghoa di Jogja, dan salah satunya adalah Paguyuban Hakka Yogyakarta. Pelaksanaan ke-tiga event itu selalu digilir. Untuk perayaan Tiongjiu yang dilaksanakan tadi malam (4/10) tim pelaksananya adalah dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Yogyakarta. Untuk Paguyuban Hakka Yogyakarta akan mendapat giliran untuk menjadi tuan rumah Perayaan Imlek tahun 2018 nanti, dimana biasanya perayaan Imlek JCACC disebut dengan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY).

Untuk perayaan imlek tahun depan, rencananya akan diadakan selama 7 hari di daerah Ketandan Jogja. Paguyuban Hakka Yogyakarta yang menjadi tuan rumah akan mengorganisir berbagai acara, mulai dari tari-tarian, karaoke mandarin, lomba bahasa mandarin, wayang potehi, Koko Cici Jogja, stand bazar, karnaval Jogja dragon festival, dan acara lainnya.

Paguyuban Hakka Yogyakarta ingin mengundang Hakka Nyin sekalian untuk bisa hadir dan memeriahkan acara tersebut tahun depan, karena mereka akan memberikan yang terbaik untuk pelaksanaan acara tersebut.

 


  • 0

Kunjungan PPHI Pusat ke Pemilihan Hakka Ako Amoi Bandung

Tags : 

Pemilihan Ako Amoi di daerah tengah berlangsung, salah satunya di Yayasan Harapan Kasih, Bandung. Pada hari Minggu, 8 Oktober 2017 lalu, Ketua Pembina Putra-Putri Hakka Indonesia, Bapak Tony Herman bersama dengan perwakilan Hakka Ako Amoi 2016 melakukan kunjungan ke gedung Yayasan Harapan Kasih, tempat berlangsungnya karantina Hakka Ako Amoi Bandung.

Kedatangan perwakilan PPHI Pusat ini disambut baik oleh Ketua Yayasan Harapan Kasih Bandung, Bapak  Tjie Tjin Fung. Setelah beramah-tamah, perwakilan PPHI diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang Hakka Ako Amoi.

Di depan 33 peserta Hakka Ako Amoi Bandung, Bapak Tony Herman memberikan penjelasan mengenai sejarah masyarakat dan semangat Hakka, serta pentingnya memiliki relasi dengan orang-orang Hakka lainnya. Klemen Julian, Juara Hakka Ako Amoi Indonesia 2016 yang bersalah dari Jakarta dan Brenda Jeremia, 5 terbaik Hakka Ako Amoi Singkawang menceritakan tentang pengalaman saat mendaftar Pemilihan Ako Amoi tahun 2016. Peserta Hakka Ako Amoi Bandung sangat antusias mendengarkan pengalaman yang bisa mereka jadikan bekal selama mengikuti Pemilihan Hakka Ako Amoi Bandung.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Talent Show dari peserta. Talenta yang ditampilkan tahun ini beragam, dari bernyanyi, bermain alat musik, beatbox, wushu, grafologi hingga disk jockey (DJ). Semua peserta mendapatkan pelatihan dari tim Hakka Ako Amoi Bandung agar penampilan mereka semakin menarik.

Pemilihan Hakka Ako Amoi Indonesia Ke-2 akan diadakan tahun 2018. Hakka Ako Amoi terbaik dari daerah masing-masing akan mewakili daerahnya untuk meraih penghargaan sebagai Hakka Ako Amoi Indonesia. Nantinya, mereka semua yang akan menjadi Duta Hakka Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya dan semangat Hakka ke seluruh masyarakat di Indonesia.

 


  • 0

Hwie Tiauw Ka Surabaya Selenggarakan Kejuaraan Xiangqi Kedua Memperebutkan Piala You Hong Bi

Tags : 

Xiangqi merupakan permainan catur dari Tiongkok yang tak kalah serunya dipertandingkan. Dua orang yang bertanding dalam permainan papan berstrategi harus mengatur langkah demi langkah untuk memenangkan pertandingan. Xiangqi pun populer di tanah air termasuk di Surabaya.

Hwie Tiauw Ka Surabaya menyelenggarakan kejuaraan Xiangqi kedua memperebutkan Piala You Hong Bi 游洪璧杯 sekaligus selaku sponsor (9/9). Pada hari pertama pertandingan sebanyak 41 lebih peserta mengikuti kejuaraan Xiangqi. Ketua Kehormatan HTK Huang Yangsheng黄阳生 dan Wakil Ketua HTK Huang Deming黄德明 saat membuka pertandingan  meminta seluruh peserta mentaati peraturan dan bermain secara sportif.

Sementara itu ketua seksi pertandingan Hu Jinshan胡金山, 游洪璧杯竞赛部主任mengingatkan peserta agar tidak merokok, berfoto dan menerima panggilan telepon ketika selama pertandingan berlangsung, karena mengganggu konsentrasi. Demikian pula ketua panitia Zheng Guoan郑国安 yang terus memantau jalannya pertandingan dan mengharapakan seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan baik hingga selesai.

“Yang juara mendapatkan hadiah dan seluruh peserta kejuaraan juga mendapatkan hadiah,” tutur Hu Jinshan 胡金山di sela acara.

Lie Wiliani Wakil Ketua HTK mengharapkan dalam penyelenggaraan kejuaraan Xiangqi, anak-anak muda sebaiknya ikut serta, karena pertandingan catur mengasah otak dan bakat. “Xiangqi merupakan budaya Tionghoa yang sangat bagus diikuti anak-anak, karena mengasah otak dan kemampuan bagaimana mengatur strategi agar bisa menang. Dalam papan catur ada bidak-bidak yang harus dimainkan dengan mengatur strategi,” ujarnya.

Dalam pertandingan Xiangqi, dua pelajar SMP Little Sun School turut serta yakni Antonius Kevin dan Alexander Lio keduanya siswa kelas tiga yang di sekolah mengikuti kegiatan ekstrakulikuler  Xiangqi. Memainkan Xiangqi bagi Antonius Kevin tidaklah mudah, namun ia berusaha memenangkan pertandingan.

“Kami harus sering mengikuti pertandingan, agar terbiasa mengatur strategi. Selain itu menambah wawasan. Xiangqi permainan catur yang sangat menyenangkan,” ujar Antonius Kevin.

Pertandingan Xiangqi yang digelar Hwie Tiauw Ka mulai dari  tanggal 9, 11 dan 16 final. Pada pertandingan pertama dilakukan dua ronde dan demikian pada pertandingan selanjutnya. Pertandingan dimulai jam 10 siang hingga selesai. Peserta yang datang terlambat lebih dari setengah jam akan didiskualifikasi.

Xiangqi tak jauh beda dengan catur biasa, yakni permainan di atas papan dengan biji pipih atau bidak atau buah jiang dengan karakter tulisan Tionghoa di atasnya. Buah jiang terdiri dari raja, menteri, gajah, kuda, meriam, bidak hitam dan bidak merah. Raja dan menteri tidak boleh sampai keluar istana. Yang menarik dari Xiangqi adalah  bidak meriam yang cara menyerangnya harus melompati satu bidak lain. Sedangkan pada catur biasa bidak meriam atau bidak benteng hanya berjalan lurus saja. (Avrilla)


  • 0

PHIS Kota Batam mengadakan Donor Darah Serentak Se-Indonesia Setetes Darah Tumpuan Harapan

Tags : 

Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera Kota Batam menggelar kegiatan donor darah di depan Hypermart Nagoya Hill, Minggu (16/9/18) dengan tema “Setetes Darah Tumpuan Harapan”.

Kegiatan ini dimulai sejak pukul 10:00 Wib, di mana gelaran ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perhimpunan Hakka Kota Batam yang bekerja sama dengan BMTI (Barisan Muda Tiongha Indonesia) dalam membantu Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memenuhi ketersedian stock darah bagi PMI.

“Ini merupakan kegiatan sosial kita ke-10 dan yg ke-3 dalam tahun 2018 ini yang dilaksanakan oleh perkumpulan Hakka kota Batam, di mana kegiatan ini telah secara serentak dilaksanakan terlebih dahulu di 60 kota cabang Hakka Indonesia, pada tanggal 17 Agustus silam,” ujar Hok Sin, selaku ketua Hakka kota Batam.

Selanjutnya dia menjelaskan, harusnya acara ini dilakukan serentak secara nasional dilakukan seluruh cabang kota perhimpunan Hakka di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, namun ada beberapa kota, seperti kita di Batam yang melaksanakannya di bulan September karena alasan tertentu.

“Untuk Hakka Batam sendiri, ini adalah kegiatan ke-3 dalam tahun ini. Yang pertama telah terlaksana pada bulan Maret silam, dan kedua untuk periode Agustus baru terlaksana pada bulan September ini,” ucapnya.

“Dalam 1th biasanya kita adakan 3x sekali, yaitu pada bulan Maret, Agustus dan Desember, dan ini memang agenda rutin perkumpulan Hakka di Indonesia,” jelas Vincent S.Kom, selaku ketua panitia.

Menurut Hendra Asman selaku sekretaris Hakka dan juga anggota dewan komisi II DPRD Kepri “Hakka ini adalah perkumpulan atau bisa dikatakan juga organisasi sosial yang mana agendanya tidak hanya bergerak dalam kegiatan donor darah semata, tetapi juga ada bakti sosial lainnya seperti, sumbangan kepada anak yatim-piatu, serta memberi bantuan untuk kebutuhan hidup anak-anak terlantar.

“Untuk hari ini sedari pagi pukul 10:00 WIB sampai pukul 16:00 pendaftar telah melakukan pendonoran darah 174 kantong darah dari 300an peserta yang mendaftar,” ujar Sudjiman (alie) selaku wakil ketua panitia saat diminta keterangan.

Lebih lanjutnya, Jonly selaku ketua harian Hakka, berharap kedepannya Hakka kota Batam akan terus melakukan kegiatan bakti sosial ini setiap tahunnya demi menunjukkan kepedulian perhimpunan Hakka kota Batam akan masyarakat secara umum.

Sekretariat PHIS Kota Batam


  • 0

Peringati Diragahyu RI ke-73, Hakka Indonesia bersama SCTV dan Organisasi Lainnya Adakan Donor Darah Berhadiah Doorprize

Tags : 

Untuk menyambut Dirgahayu RI ke 73 dan Asian Games ke-18 sebagai pesta olah raga terbesar di Asia yang diadakan di Jakarta dan Palembang, pada hari Sabtu (18/8) kemarin Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera (PHIS), Perkumpulan Hakka Jakarta, Perkumpulan Meizhou Indonesia, Agung Podomoro Land Foundation, Mangga Dua Square, dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan kegiatan bakti sosial donor darah. Adapun kegiatan donor darah yang diadakan di Mangga Dua Square ini mengambil tema ‘Setetes Darah Perjuangan’ sebagai tema utama acaranya.

Dalam acara pembukaan kegiatan donor darah kali ini, turut hadir ketua Perkumpulan Hakka Jakarta Hendra Yan Chandra, perwakilan dari SCTV Abbas Yahya, dokter dari PMI Sarina Salim, Perwakilan dari Mangga Dua Square Ibu Ria, dan Camat Mumu Mujtahid dari Pademangan, serta tamu undangan lainnya, termasuk pengurus dari PHIS dan Hakka Jakarta juga turut hadir dalam acara kali ini. Tak hanya hadir, para tamu undangan ini pun juga ikut mendonorkan darah mereka bersama dengan para warga yang hadir.

Dalam kata sambutannya, Hendra sebagai ketua Hakka Jakarta menyampaikan bahwa setiap tahunnya perkumpulan Hakka rutin melaksanakan kegiatan donor darah di Mangga Dua Square, dan khusus untuk tahun ini acara donor darah bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 73 dan pembukaan Asian games dengan Indonesia sebagai tuan rumah, membuat aksi sosial ini menjadi lebih bermakna. Selain itu, Hendra juga menyampaikan bahwa donor darah kali ini juga dilakukan serentak oleh 52 cabang Hakka yang ada di seluruh daerah di Indonesia sebagai bentuk aksi sosial bersama keluarga Hakka untuk Indonesia.

Perwakilan dari SCTV Abbas Yahya, Perwakilan PMI Sarina Halim, Ibu Ria sebagai perwakilan dari Mangga Dua Square, dan Camat Pademangan Mumu Mujtahid dalam kata sambutan mereka mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHIS, Hakka Jakarta, Perkumpulan Meizhou dan semua sponsor yang sudah mendukung dan mengikuti acara donor darah kali ini.

Setelah pemberian kata sambutan, selain diisi dengan kegiatan donor darah, pembagian doorprize, acara ini juga dimeriahkan dengan aksi pawai sepeda kuno yang dilakukan oleh para lansia dan senior lainnya yang melakukan arak-arakan dengan membawa bendera merah putih serta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya.


  • 0

Daftar Lengkap Pemenang Pemilihan Hakka Ako Amoi Indonesia 2018

Tags : 

Grand Final Pemilihan Hakka Ako Amoi Indonesia 2018 telah selesai digelar pada tanggal 22 Agustus 2018 di Sun City Luxury Club, Jakarta. Ini adalah acara puncak dari rangkaian acara yang telah dilakukan sebelumnya dari 17 Agustus 2018.

53 peserta dari 10 daerah telah mengikuti masa karantina dan pembekalan, mulai dari catwalk, dancing, public speaking, motivasi dan sebagainya.

Pemilihan ini diadakan untuk membekali generasi muda Hakka yang akan terus mencintai dan menjaga budaya Hakka, serta memperkenalkan kepada seluruh masyarakat indonesia budaya Hakka yang luhur.

Untuk perjurian, Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera mempercayakannya kepada Penggagas Ako Amoi Indonesia, Y Rusmin; Founder El Jhon Indonesia, Jhonnie Sugiarto; Psikolog Anak dan Remaja, Novita Tandry; Miss Earth Indonesia 2018, Vivian Jo; dan Desainer, Windy Chandra.

Inilah daftar pemenang Pemilihan Hakka Ako Amoi Indonesia 2018

Juara Ako Amoi 2018

Hakka Ako Indonesia 2018: Willy Alvin Laksana (Jakarta)
Hakka Amoi Indonesia 2018: Sheline Yunike Duwita (Bandung)
1st Runner Up Hakka Ako Indonesia 2018: Albert Riyandi Wibisana (Bandung)
1st Runner Up Hakka Amoi Indonesia 2018: Lusi (Singkawang)
2nd Runner Up Hakka Ako Indonesia 2018: Ali Sanjaya (Sumatera Utara)
2nd Runner Up Hakka Amoi Indonesia 2018: Michelle Hibono (Jogjakarta)

Juara Atribut

Best Photogenic Hakka Ako Indonesia 2018: Calvin Alvianto (Kalimantan Barat)
Best Photogenic Hakka Amoi Indonesia 2018: Gabriella Adeline (Jakarta)

Best Friendship Hakka Ako Indonesia 2018: Sandi (Ngabang)
Best Friendship Hakka Amoi Indonesia 2018: Thalia Lavender Young (Kalimantan Barat)

Best Heart of Hakka Ako Indonesia 2018: Tommy Indrawan (Jakarta)
Best Heart of Hakka Amoi Indonesia 2018: Cynthia Caroline (Bangka Belitung)

Best Talent Hakka Ako Indonesia 2018: Kiky Chandra Megawan (Bandung)
Best Talent Hakka Amoi Indonesia 2018: Calista Sharon (Jakarta)

Best Catwalk Hakka Ako Indonesia 2018: Willy Alvin Laksana (Jakarta)
Best Catwalk Hakka Amoi Indonesia 2018: Fanny Jauhari (Sumatera Utara)

Best Public Speaking Hakka Ako Indonesia 2018: Ali Sanjaya (Sumatera Utara)
Best Public Speaking Hakka Amoi Indonesia 2018: Calvina Veronica (Jakarta)


  • 0

Acara Terbesar Hakka: Konferensi Hakka Dunia ke 29 Selesai Diadakan di Hong Kong

Tags : 

Sebagai salah satu acara terbesar Hakka dalam skala internasional, Konferensi Hakka Dunia sudah diadakan untuk ke 26 kalinya, dan kali ini Hong Kong kembali dipilih menjadi tuan rumah. Acara pembukaan di konferensi kali ini dilakukan di Hong Kong pada 13 Oktober 2017 kemarin. Para delegasi Hakkanyin dari 24 negara dan daerah khusus yang terhitung sebanyak lebih dari 3000 orang secara khusus datang ke Hong Kong untuk bertemu dengan saudara satu kampung, saling memperkuat semangat Hakka dan menumbuh kembangkan budaya Tionghoa. Termasuk di dalam rombongan tersebut ada delegasi dari Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera, seperti Sugeng Prananto, Murdaya Poo, Ted Xiong, Teddy Sugianto dan perwakilan dari Hakka Cabang seperti Bobby Jayanto bersama rombonan dari Perkumpulan Hakka Kepulauan Riau Indra Halim dan rombongan dari Yayasan Hakka Metta Sarana Lampung, Hendra Jamin dan rombongan dari Perkumpulan Hakka Medan, Hendra Yan Chandra bersama rombongan Perkumpulan Hakka Jakarta, Sutikno bersama rombongan Perkumpulan Hakka Bali, dan rombongan dari Hakka Cabang lainnya.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, pada saat memberikan kata sambutannya di dalam acara pembukaan konferensi mengungkapkan bahwa orang Hakka bukan hanya dapat ditemui di seluruh penjuru Tiongkok, tapi juga hingga ke seluruh penjuru dunia, seperti daun di dalam ranting yang bercabang banyak. Namun demikian, tak peduli ada di bagian dunia manapun, orang Hakka selalu menjaga dan mengaplikasikan semangat Hakka untuk bersatu saling membantu, menghormati ajaran leluhur, berjuang keras tanpa henti, hingga membuat berbagai organisasi kemasyarakatan Hakka menjadi bertumbuh dan orang Hakka juga bisa membanggakan orang Tionghoa secara keseluruhan.

Konferensi Hakka Dunia Pertama kali diadakan pada tahun 1971 di Hong Kong, dan setelah 46 tahun sejak itu, Konferensi Hakka Dunia juga sudah diadakan di negara-negara dan daerah-daerah khusus di Asia dan tiga benua besar lainnya sudah mengadakan hingga 28 kali, dan Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah Konferensi Hakka Dunia ke 26 yang diadakan di Jiexpo 3 tahun yang lalu. Dari informasi yang diberikan pihak penyelenggara, penyelenggaraan Konferensi kali ini diadakan untuk memperingati 46 tahun lalu ketika Hong Kong menjadi tuan rumah pertama dalam penyelenggaraan Konferensi Hakka Dunia, dan sekaligus memperingati kembalinya Hong Kong ke dalam pangkuan pemerintah Tiongkok 20 tahun yang lalu. Dalam acara ini, pihak penyelenggara juga berharap bisa menunjukkan kepada dunia tentang semangat Hakka di Hong Kong yang dijaga dengan baik dan membuat para hadiri bisa merasakan budaya tradisional Hakka di Hong Kong.

Ketua Perhimpunan Hakka Dunia, Yu Pengchun mengungkapkan orang Hakka sudah menjalani perjuangan dari generasi ke generasi, bukan hanya mewujudkan mimpi mereka masing-masing di manapun mereka berada, tapi juga berkontribusi di berbagai bidang seperti di bidang pemerintaan, ekonomi, budaya, pembangunan, dll. Yu Pengchun juga menyebutkan bahwa orang Hakka di seluruh penjuru dunia akan terus menjaga semangat Hakka yang mau bersatu untuk maju dan mengadakan perubahan menjadi yang lebih baik. Orang Hakka ke depannya juga akan memacu interaksi sesama keturunan Tionghoa, bersama-sama maju dan membngun, hingga bisa membuat kebangkitan kembali keturunan Tionghoa.

Setelah acara pembukaan selesai, acara diisi dengan penampilan multimedia berjudul ” Ribuan Pelayar Datang Menyambut Hakka Dunia”. Dengan menggunakan musik, visual berupa gambar, kaligrafi, tarian, dan bentuk pertunjukkan lainnya, telah memberikan seluruh delegasi dari perhimpunan Hakka di seluruh dunia yang hadir sebuah pertunjukkan kesenian yang memancarkan budaya tradisional leluhur Hakka.

Berdasarkan informasi dari media setempat, panitia penyelenggara konferensi kali ini yang berasal dari Perhimpunan Hakka Meizhou di Hong Kong, mereka mengambil tema “Hakka Seluruh Dunia Bersatu Hati, Kibarkan Layar dan Berlayar Bersama”. Dalam acara konferensi kali ini juga diisi dengan acara Balap Kuda Hakka Cup, diskusi Budaya Hakka hingga konferensi Tingkat Tinggi Hakka Youth Dunia, serta kegiatan lainnya yang ditutup pada tanggal 15 Oktober 2017 kemarin.

世界客属第29届恳亲大会在香港举行

世界客属第29届恳亲大会13日在香港开幕。来自24个国家和地区的约3000名客家乡亲欢聚香江、共话乡情,展现客家精神、弘扬中华文化。

香港特区行政长官林郑月娥在开幕式上致辞时表示,客家人不仅遍布中国,也旅居世界各地,叶茂枝繁。无论在任何地方,客家人都发挥团结互助、崇文重教、勤奋拼搏的客家精神,成为各地社会的中流砥柱,为客家人也为中华民族增光。

世界客属第一届恳亲大会于1971年在香港举行,46年来先后在亚、美、非三大洲多个国家和地区共举办过28届。据主办方介绍,本届大会是在历经46年后重回香港这一大会发源地举办,是为了庆祝香港回归祖国20周年,也向世界展示香港好客精神,让来宾感受香港特色的客家文化。

世界客属恳亲大会筹委会联席主席余鹏春表示,客家人经过几代人的努力,不仅在世界各地实现自身梦想,还为所在地的政治、经济、文化、慈善等方面贡献良多。余鹏春呼吁世界各地的客家人继续以团结奋进和开放包容的精神,推动全球华人互联互通,共谋发展,为中华民族的伟大复兴再创新辉煌。

开幕式之后还举行了“千帆并举迎世客”多媒体表演,通过音乐、影像、书法、舞蹈等多种表现形式,为海内外客属乡亲呈现了一场具有传统客家文化元素的艺术盛宴。

据悉,本届大会由香港梅州联会主办,以“世客齐心、扬帆同行”为主题,内容包括“客家杯”赛马、客家文化论坛及世界客属青年高峰会等活动。(记者 丁梓懿)


  • 0

Kelompok Teater Changhua Taiwan Melakukan Pertunjukkan di Taman di Taiwan

Tags : 

Untuk mempromosikan seni dan budaya dalam masyarakat, Kelompok Teater Changhua yang mulai berlatih sejak tahun 2008 dan akhirnya resmi berdiri ini, 9 tahun kemudian sudah membentuk lagi 29 kelompok lainnya. Kelompok ini menunjuk 4 kelompok diantaranya untuk melakukan pertunjukkan di Taman Hiburan Budaya Hakka di Taiwan dalam acara “Festival Seni Komunitas Teater Changhua”. Adapun tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk mempromosikan budaya dan seni dari Changhua.

Komunitas Kota Homei di Changhua akan menampilkan pertunjukkan berjudul “Ama Punya Penguakuan”, dengan menampilkan pertunjukkan opera yang membangkitkan ingatan masa kecil dan menunjukkan permasalahan yang dialami oleh para orang tua di masyarakat.

Selain itu, Kelompok Kota Fenyuan di Changhua akan menggunakan acara pernikahan menjadi tema utama pertunjukkan mereka dan ingin menampilkan kisah perjalanan akulturasi budaya Hakka di Provinsi Fujian dalam tradisi pernikahannya.

Ketua Panitia Perkumpulan Festival Budaya Hakka, Wu Guorong menyampaikan, “Kami ingin mempertunjukkan kisah perjuangan dan usaha ‘migrasi kedua’ Hakka ke Fenyuan. Kali ini adalah pertunjukkan pertama kali datang ke Taiwan, Kami akan memberikan pertunjukkan tentang pertemuan dan jodoh sepasang wanita dan pria.”

Kelompok pelatih lokal bidang budaya Changhua menggunakan metode dalam pertunjukkan teater untuk membuat para penontonnya bisa memperlajari dan mengingat budaya dan sejarah di daerah dan kehidupan. Empat kelompok yang ditunjuk ini junga akan melangsungkan pertunjukkan di Taman Hiburan Utama Kebudayaan Hakka di Taiwan.

Kepala Bidang Budaya di Changhua, Chen Wenbin berpesan, “Pemilihan yang matang dari kelompok pertunjukkan ini, diantaranya adalah dari kelompok Teater Jiadong dari Fenyuan , tentang tentara di dalam gunung Bagua, yang karena kekurangan kekuatan akhirnya menetap dan tinggal di Fenyuan. Kisah ini benar-benar membuat orang tersentuh. Budaya Hakka dan budaya Changhua sangatlah erat. Kita juga bisa melihat melalui acara ini, Kelompok Teater Jiadong sudah memperbaharui kisah ini melalui pertunjukkan teater.

Ia juga menambahkan, waktu pertunjukkan akan dilaksanakan pada 3 Desember jam 1:30 siang dan perlu untuk mengambil tiket gratis terlebih dahulu. Pertunjukkan teater ini merupakan pertunjukkan pertama yang diselenggarakan di luar daerah Changhua. Pelaksana berharap melalui pertunjukkan fesival seni seperti ini bisa menjadi batu loncatan yang besar bagi Kelompok Teater Changhua.

彰化社區劇團公演 12/3台北客公園登場

為提升社區人文美學,彰化縣文化局從2008年開始,輔導成立社區劇團,9年來共扶植29團,彰化縣文化局特別選出4組團隊,將於12月3日在台北市客家文化主題公園,舉辦「彰化縣社區劇場藝術節」,要讓民眾了解,彰化縣藝文推廣的成果。

和美鎮源埤社區,表演「阿嬤有交待」,用劇情回憶童年往事,凸顯社區人口老化的問題。

另外芬園鄉的嘉東社區,則以結婚喜慶,作為戲劇主軸,展現農村閩客融合的故事。

貓羅溪畔客家文化協會理事長 吳國榮:「要表演二次移民,到芬園打拚的故事,這次是第一次到台北表演,我們嘉興情緣的戲劇。」

彰化縣文化局輔導地方社區,以劇場演出的方式,讓居民學習記錄生活與地方文史,這次特別選出4組團隊,要在台北市客家文化主題公園,進行表演。

彰化縣文化局局長 陳文彬:「挑選比較成熟的這個社區劇場,其中一個芬園的嘉東社區,在八卦山之役裡面,這支部隊來不及去支援,後來這支部隊就留在芬園,這個也令人非常感動,這是彰化人跟客家,非常嚴密的關係,我們也透過這次,嘉東社區的社區劇場,把這個故事重新再演繹出來。」

彰化縣文化局表示,公演時間將於12月3日下午1點30分開始,採免費索票入場,這是彰化縣社區劇團,第一次跨縣市演出,希望藉由藝術節的方式,為彰化縣社區劇場立下一塊里程碑。


Selamat datang di Website Hakka Yogyakarta! Koneksikan diri anda dengan Hakka Nyin lainnya dan daftarkan diri anda sekarang!